Motivasi

BYE....ROKOK!



Loe...gak ngerokok? haha...hari gini cowok gak ngerokok..banci loh!
wow....beberapa kali saya dapat sindiran seperti itu, benarkan cowok yang tidak pernah merokok perlu dipertanyakan kejantananya? Saya rasa tidak!

Kali ini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya tentang merokok, dan ini benar benar tidak ada rekayasa dalam cerita.

percaya atau tidak, saya mulai mencoba coba merokok semenjak kelas dua SD, jangan heran, pergaulan anak jakarta. mulai lanjut ke SMP, merokok saya semakin parah, sehari saya disuguhi dua bungkus rokok malboro dengan teman SMK, kalaupun temen tidak memberi, saya pasti membeli sendiri. semua merk rokok sudah hampir saya cobai semua. dan ini kejadianya ketika saya pindah dari jakarta menuju sumatera Lampung.

sampai suatu ketika saya sedang beraktivitas belajar mengajar di bangku Sekolah Menengah Pertama, entah kenapa tiba-tiba saya tidak bisa bernafas, mulai dari hidung dan mulut, dan itu tersiksa sekali rasanya, sontak satu kelas kaget, dan ada beberapa temen yang mengira saya sedang dalam sakaratul maut, Gilaaa gak tuh!

setelah kejadian ini, keesokan harinya saya bercerita dengan teman yang menurut saya paham tentang hal ini, ia berkata, kamu PECANDU ROKOK ya? berapa batang rokok dalam sehari kamu hisab? saya jawab, sudah bukan batangan lagi, tapi langsung bungkusan, saya bisa dua bungkus dalam sehari.

Teman saya langsung bilang "STOP" kalau kamu gak mau MATI!
siapa yang tidak merinding mendengar kata MATI?
keMATIan memang rahasia TUHAN, ada yang mengatakan merokok tidak merokok toh mati juga, OKE saya setuju, tetapi setidaknya tidak merokok mencegah satu penyakit masuk kedalam tubuh.

saya langsung ngelamun, dan esok harinya saya bertekat untuk mengurangi mengasumsi rokok.

apakah bisa? awalnya sakit, mulut gak enak, tapi...ya mau gak mau harus dicoba.

Berlannjut ke jenjang Sekolah Menengah Atas, konsumsi rokok saya sudah sangat berkurang, bahkan dalam sehari saya hanya mengkonsumsi satu batang rokok.

lanjut setelah lulus sekolah, diperkuliahan saya mulai aktif lagi merokok, tapi tidak separah sewaktu SMP, ketika semester 7, saya mengikuti pelatihan Hipnoterapi disalah satu lembaga hipnoterapi di jakarta, pas kebetulan ketika saya training, ada satu pasien yang ingin mencoba terapi kencanduan rokok.

Trainer ini langsung mengeluarkan ayat qur'an yang berbunyi "Jika kamu bersyukur maka akan kutambah, namun jika engaku kufur dengan nikmat-ku, maka tunggulah azabku", bukankah Tuhan melahirkan anda dengan sempurna tanpa cacat? tapi kenapa sekarang anda malah meracuni diri sendiri, itu menandakan anda tidak bersyukur dengan pemberikan tuhan.

Jleeeebbbb.....yang diterapi siapa, yang konslet siapa! saya langsung ngelamun, benar benar tamparan yang cukup keres, Malu...iya, ah sudah tidak karuan. hingga akhirnya saya benar benar niat buat berhenti.

dan alhamdulillah, sampai detik ini tidak pernah saya menyentuh rokok lagi, walaupun temen nawarin.

Mudah? itu tergantung anda, ada yang mengatakan, saya udah coba ngelakuin, tapi susah! YAKIN? niat udah penuh belum, atau masih setengah setengah?

saya rasa kalau niatnya penuh PASTI BISA! toh buktinya saya pencandu rokok dari kelas dua SD bisa total berhenti!

SAYANGI tubuh mu kawan! JANGAN MASUKI RACUN setiap hari kedalam tubuh mu!
saya tidak mengatakan rokok itu haram, mari jaga pemberian tuhan.

About Afrizal

2 comments:

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1