Siapa yang harus disalahkan, ketika anda STRES ? - Afrizal
News Update
Loading...

Thursday, 24 August 2017

Siapa yang harus disalahkan, ketika anda STRES ?




Hari gini kamu masih stres? haha...saya ucapkan selamat, lho kok selamat?bukannya sedih? iya dong selamat, itu menandakan anda manusia dan anda masih hidup plus anda punya pikiran hehe...maaf intermezzo dulu.

Mendengar stres pasti langsung negatif, bawaannya langsung ilfeell ! benar gak tuh? nah biar gak terlalu ilfeell saya jelasin stres deh.

Apa sih sebenarnya stres itu?

Menurut Merriam-Webster Medical Dictionary yang ditulis dalam buku the miracle of Mindbody Medicine karangan Adi Wijaya Gunawan “ stress adalah faktor fisik, kimiawi atau emosi yang menyebabkan ketegangan tubuh atau mental dan dapat menjadi salah satu faktor munculnya penyakit. Sedangkan Hans Selye, peneliti dan pakar ternama dibidang stress mendefinisikan stress sebagai respons tubuh nonspesifik terhadap tuntutan apa saja, dan dari pakar lain juga mendefinisakn stress adalah sebagai tekanan atau ketegangan pada aspek mental atau fisik.

(Smeltzer & Bare, 2008) juga mengeluarkan pendapatnya mengenai stress “ Stres merupakan salah satu reaksi atau respon psikologis manusia dihadapkan pada hal hal yang dirasa melampaui batas atau dianggap sulit.

Oke itu paparan dari para ahli dibidang stres ! terus, apakah stres itu selalu negatif? kalau saya jawab "Tidak", justru disadari ataupun tidak, manusia itu membutuhkan stres untuk memicu hormon adrenalin. loh kok bisa?bukannya stres itu bikin kita tegang dan gak enak bahkan berdampak buruk?

Tunggu dulu, jangan langsung menyimpulkan aja, simak pemaparan stres berikutnya.

Stres itu terbagi menjadi 4 tingkatan

1.      Eustress : adalah stress yang jangka pendek yang memberikan kekuatan, eustres adalah stress yang bersikap menantang namun dapat dikendalikan
2.      Distress : stress yang dipandang atau dirasakan terlalu berat untuk diatasi. Dalam distress terbagi menjadi dua, yaitu stress akun dan kronis
3.      Hyperstres : terjadi ketika seseorang didorong untuk melampaui kemampuanya untuk bertahan dan mengatasi tekanan

4.      Hypostres : adalah kebalikan dari Hyperstres, dimana Hyperstres terjadi ketika seseorang dalam hidupnya merasa monoton tidak ada perubahan.
lihat di point pertama "Stres jangka pendek yang memberikan kekuatan " nah loh benar kan kata saya juga, stres itu sebenarnya memberikan kekuatan, namun harus ada takarannya, jika kelebihan memang akan fatal juga akibatnya, betul ajaran islam mengatakan, jika yang berlebihan itu tidak baik!

Gimana, sudah paham bukan kalau kita tu butuh stres untuk memunculkan hormon adrenalin.

Sampai disini sudah kejawab belum judulnya " Siapa yang harus disalahkan, ketika anda STRES " ?

Masih gak sadar? atau mau di singgung? hehe..

Yang ngebuat STRES di tempat kerja, dikampus dan lainnya cuma hanya ada satu pelaku, yaitu DIRI SENDIRI! Ini saya serius bilangnya, karena pada dasarnya SETIAP KEJADIAN ITU NETRAL ! yang memberikan makna negatif dan positif itu ya DIRI SENDIRI, jadi gak perlu lagi menyalahkan orang lain, justru dengan anda menyalahkan orang lain membuat STRES semakin bertambah.

Lantas bagaimana makna positif dan negatif itu muncul? hehe...maafkan tidak bisa saya paparkan di artikel, terlalu panjang, IKUT TRAINING saya aja ya biar lebih jelas.

Oke sampai disini dulu, dilanjut lagi ya, jangan lupa jadi Followers ya agar bisa update artikel saya.

Hatur Nuhun!

Share with your friends

19 comments

  1. Kang Afrizal, tapi stres itu kok bisa bikin sngguan fisik. Cara mengatasinya gimana ya?'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu pasti bakalan larinya ke fisik teh, cara mengatasi sebenarnya agak komplek, karena untuk membuat pikiran selalu positif tidak mudah, butuh dilatih, sepengalaman saya belajar NLP dll, yang paling ampuh untuk itu ya deket dengan tuntunan manusia, al quran bisa buat manusia berpikir positif tanpa ada embel embelnya.

      Delete
  2. Hidup monoton bisa juga bikin stress ya, kurang berdinamika

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya manusia itu akan selalu masuk kedalam kondisi stress, hanya saja ada tingkatannya, dari mulai yang tidak berdampak sampai yang berdampak fatal, hidup monoton pasti setiap orang akan jenuh, nah jenuh itulah stres sebenarnya.

      Delete
  3. Ternyata stress itu Ada tingkatannya ya baru tahu aku nice information ya.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Saya pernah belajar manajemen stres di mata kuliah manajemen SDM. Intinya stres positif diperlukan agar menjadi challenge untuk lebih baik lagi, dinamakan eustres. Sementara ada stres yang tidak bisa dikelola (distres) bisa berbahaya mengakibatkan depresi. Jika dibiarkan, tidak ada yang membantu, orang bisa bunuh diri. Saya rasa saat pandemi banyak orang kecil yang masuk taraf distres

    ReplyDelete
  6. dulu jaman masih kerja sering banget stress yang berasal dari tempat kerjaa, untungnya sekarang udah resign dan no more stress dari tempat kerja hehehe

    ReplyDelete
  7. Nah di sinilah perlunya manajemen stress ya, karena stress yg terkelola dg baik bisa menjadi hal positif bagi jiwa raga kita..

    ReplyDelete
  8. wah ilmu yang bermanfaat, baca artikel kaka say jadi tahu kalau stress ada 4 jenis ternyata, saya pikir awalnya stress sama aja ya semua ternyata ada tingkatannya dan harus diwaspadai ini

    ReplyDelete
  9. Stres banyak macamnya ya. Itu yang no. 2 maksudnya stres akut kali ya,, sejauh ini sih saya malah gak tahu pernah stres yang mana.

    ReplyDelete
  10. wah, ternyata ada berbagai macam tipe stress yah.. pernah di no. 4, dan kadang kadang masih di no. 1 . Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam mengatasi masalah jadi tidak sampai stres yah mas.

    ReplyDelete
  11. Wah ternyata stress itu ada tingkatannya ya, kalau yang pertama sepertinya masih aman ya karena bisa memberikan kekuatan. Tetapi ya itu kita harus punya kendali untuk mengatasi permasalahan yang ada. Supaya stress yang dialami tidak berkelanjutan. Sebab stress yang berkelanjutan tidak baik bagi psikis kita. Salah satunya bisa menyebabkan munculnya depresi

    ReplyDelete
  12. duh, jadi malu. stress karena kesalahan diri sendiri memang. bisa jadi juga terlalu memikirkan orang lain

    ReplyDelete
  13. Ikut training apaan kak mksdnya? Hehe.
    Thanks artikelnya ya. Jd ngeh klo hidup monoton jg bikin stress. Berarti mmg manusia hrs dinamis dan ditantang ya

    ReplyDelete
  14. Setuju nih. Stres memicu adrenalin. Ha ha ha, gak stres gak hidup. Dengan stres, kita kadang lebih semangat memperbaiki diri. Dan ya, setiap kejadian itu netral. Tergantung manusianya memandang seperti apa. Sama kaya membaca atau melihat post di medsos. Tergantung pribadi masing2 menilainya gimana: nyinggung, menasihati atau angin lalu.

    ReplyDelete
  15. Tulisan ini cocok utk masa masa pandemi skrng. Aku pun agak stress di saat tidak bisa kemana2 karena kuatir dgn penyebaran virus ini

    ReplyDelete
  16. Beberapa stress memang bikin produktif, misalnya takut tidak lulus...lalu belajar sangat keras. Khawatir besok makan apa, jadi semangat kerja. Wkwkwk.
    SAyangnya tiap orang punya stress akut yang tersembunyi, dan kadang keluar di saat yang tepat.

    ReplyDelete
  17. Saya termasuk yg sering mengalami eustress terutama jelang deadline² kerjaan, tp insyaallah menambah kekuatan kan ya..nuhun jg artikelnya Kang

    ReplyDelete

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done