Motivasi

NGUTANG, Demi Untuk Rekaman satu lagu



NGUTANG hanya untuk rekaman satu lagu !!..

Artikel ini menceritakan sekelompok anak muda yang memiliki tujuan sama yaitu ingin menjadi anak band ternama yang dikenal banyak orang. 6 orang anak muda yang terlihat di gambar atas bukanlah orang orang yang latar belakang keluarganya dikatakan mampu.

Hampir sebagian dari mereka adalah anak seorang petani yang hidupnya bergantung kepada hasil tani. Terkadang hasi tani itu bagus dan terkadang kurang bagus, semua itu tergantung kepada cuaca.

Jangankan untuk membeli alat alat musik yang bisa menunjang Hobi mereka, Jika sekolah mengeluarkan peraturan baru yang berhubungan dengan uang pun orang tua dari mereka pasti kebingungan untuk bisa membayarnya.

SMA Negri 2 Jalawiyata, Kotabumi Lampung Utara itulah asal dari ke 6 anak muda yang ingin menjadi anak band terkenal. Tempat dimana jika hujan datang sepatu dibungkus plastik hanya untuk tidak kotor pada saat masuk keruangan kelas, Tempat dimana jika hujan datang terkadang aliran listrik pun padam dengan waktu yang cukup lama, dan tempat dimana jika hujan sebagian jalan pun cukup berbahaya jika dilaluinya.

Walaupun mereka tinggal di tempat terpencil namun tidak menyurutkan semangat mereka demi tercapainya tujuan bersama. 

Untuk rental studio musik terkadang mereka sengaja tidak jajan disekolah, ketika jam istirahat biasanya hanya duduk dan mengobrol atau bahkan diantara dari mereka lebih memilih tidur di masjid sekolah.

Beberapa Festival musik pun mereka ikuti, bahkan beberapa kali sempat ditertawakan dengan musisi musisi yang lainnya karena style mereka yang ngak banget. Mungkin ejekan sudah tidak asing bagi mereka.

NGUTANG demi untuk rekaman satu lagu itulah yang terjadi dengan mereka. karena biaya rekaman studio cukup mahal, hingga akhirnya mereka negosiasi kepada pihak studio untuk menyicil bayaran nya, tidak masalah lagunya hanya setengah dulu yang penting lagu selesai dan disebar di radio radio.

Kesepakatan itu disetujuin, hingga akhirnya hari itu pun langsung rekaman, namun hanya gitar, bas dan drum yang baru bisa di take, sisanya menyusul beberapa minggu lagi pada saat pelunasan.

Menabung dari uang jajan, bahkan leles singkong orang yang baru di panen untuk tambahan uang, itulah yang dilakukan diantara mereka demi untuk menyelesaikan uang rekaman.

Dua minggu waktu yang disepakati untuk menyelesaikan pelunasan, dan mereka pun berhasil untuk membayar sisanya dan menyelesaikan rekaman lagunya.

Lagu sudah diselesaikan, waktunya mereka menyebar di beberapa radio. setelah satu lagu di terima, salah satu pihak radio pun memanggil mereka untuk on air yang di dengar jutaan masyarakat Lampung

6 diantara meraka sayalah salah satu orangnya. Seorang anak petani singkong yang berhasil memegang gitar bagus diatas panggung besar dan dilihat ratusan orang dan on Air di salah satu stasiun radio. 2 Mimpi saya tercapai (Manggung di panggung yang mewah dan on Air di radio). Namun sayang mimpi saya dan teman teman belum bisa terlaksana, namun setidaknya saya sudah membuat orang tua bangga dengan apa yang saya pilih

Baca Juga kisah lanjutan saya : Bermodal Gitar 250 Ribu menjadi musisi





About Afrizal

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1