Travelling

Perjalanan Libur Awal Tahun yang Mencekam !!


1 Januari 2019 pukul 23.30 WIB bis yang saya naiki dari terminal bekasi menuju pelabuhan merak banten sampai di terminal merak.

Sang kondektur bis pun berkata " Tujuan merak habis, Tujuan merak habis ". para penumpangpun turun dengan muka yang kucel dan mata memerah dikarnakan selama perjalanan tertidur. begitupun dengan saya, mata merah dan wajah berminyak mengambarkan letihnya badan.

Sebelum saya turun dari bis sang kondektur mengatakan " Hati-hati ya, gerimis dan cuaca sedikit ekstrim ", karena capenya lebih mendominasi al hasil omongan sang kondektur paruhbaya yang berpakai kemeja kuning bergaris merah di lengan kanan dan kiri tak saya hiraukan.

Hujan rintik membuat semua penumpang berjalan cepat untuk sampai ketempat pembelia tiket kapal.

Langkah ku percepat dan singgah sejenak untuk membeli Nasi Goreng sebagai santapan makan malam sebelum masuk ke dalam kapal.

" Mas nasi goreng satu telornya dipisah ya, jangan terlalu pedas " ucap saya kepada bapak penjual nasi goreng.

Sambil menunggu nasi goreng pesanan saya datang, kerupuk menjadi santapan pengganjal laparnya perut, di tenda nasi goreng itu terdapat 2 orang laki-laki yang sedang lahap memakan nasi goreng, saya dan satu orang bapak yang juga memesan nasi goreng sama seperti saya.

Cuaca hujan rintik menemani saya dalam menunggu nasi goreng jadi. kurang lebih sepuluh menit nasi goreng yang saya pesan pun jadi, tanpa menunggu lama saya pun menyantap nasi goreng panas dihadapan saya.

Disuapan ke tiga, tiba tiba angin kencang hadir dari arah laut menuju darat di iringi dengan hujan lebat. Saya pun mencoba untuk tetap tenang dan melanjutkan memakan nasi goreng. Tak lama Listrik pun padam sehingga area sekitar sangat gelap gulita, hanya sedikit penerangan dari alam.

Saya pun mencoba tetap tenang, semakin lama angin semakin kencang dan hampir merubuhkan tenda nasi goreng yang saya kunjungi. Saya pun mencoba untuk tetap tenang dan tidak beranjak dari tempat duduk.

Atap yang terbuat dari seng pun mulai berterbangan didepan saya! gelap dan berisiknya suara angin menambah suasana semakin menakutkan, saya pun langsung berdiri dan mencoba menjauhi tenda penjual nasi goreng dengan tujuan untuk menyelamatkan diri dari seng yang berterbangan, karena bisa jadi seng seng yang berterbangan mengenai saya.

Tempat persinggahan saya tidak mampu menahan kencangnya angin dari laut dan derasnya hujan, sehingga memaksa saya untuk lari menjauhinya.

Gelap gulita, tidak terlihat apa apa saya pun memberanikan diri berlari menyelamatkan diri. disaat saya berlari dikegelapan terdengar suara pria berteriak " Jangan arah kesana, bahaya...Kang...jangan arah sana bahaya ".

Saat saya menoleh kebelakang ternyata tidak ada satu orangpun dibelakang saya, hujan semakin menjadi dan saya pun langsung berlari kembali untuk meneduh. Baju dan celana sudah mulai basah, hingga akhirnya saya pun medapatkan tempat berteduh.

Teteh berambut sebahu langsung menyapa saya " sini aja a, disana pasti bakal kena huja ". (Video hujan angin bisa di lihat di IG : @rihlah.news)

Sayapun bertanya dengan teteh penjaga warung itu " Cuaca memang seperti ini terus teh " ? Iya a, sehabis Tsunami cuacanya ekstrim banget a " Ucap Teteh penjaga warung ".

Kurang lebih 5 menit, hujan pun sudah mulai reda, saya dan teman teman yang lainya pun mulai melanjutkan perjalanan menuju tempat pembelian tiket kapal.

Pukul 02.00 WIB saya pun berhasil memasuki kapal dan siap berlayar mengarungi selat Sunda dan Erupsi Anak Gunung Krakatau.

Karena badan cape, sayapun memutuskan untuk masuk ke kelas bisnis untuk tidur sampai nanti Kapal bersandar di dermaga. 

Dua jam berlayar, sayapun terbangun dikarenakan langit-langit kapal bergetar dan jendelan samping kiri kananpun ikut bergetar, karena cape sayapun melanjutkan tidur kembali, dan tak lama kemudia saya terbangun, kali ini bukan hanya saya saja yang terbangun dari tidur, hampir semua orang yang berada di dalam kelas bisnis itu terbangun dikarenakan langit-langit kapal bergetar semakin kencang.

Kepanikan mulai nampak dari raut muka para penumpang. Saya pun memberanikan diri untuk keluar ruangan dan melihat situasi diluar. hampir terjatuh saat berjalan untuk keluar ruangan dikarenakan tidak stabilnya jalan kapal.

Saat sampai diluar saya melihat angin cukup kencang menghantam bagian depan kapal, dan ombak pun cukup besar sehingga kapal tidak bisa stabil berjalan, semua orang terlihat cukup panik. 

Tiga jam perjalanan dilewati dan akhirnya kapal bisa bersandar di dermaga walaupun mengalami kesusahan karena ombak laut yang cukup besar.

Perjalanan Libur Akhir Tahun yang Cukup Mencekam !! dan kejadian ini baru pertama kalinya saya alami.

About Afrizal

1 comments:

  1. Waduh hati hati, selalu waspada ya..sekarang lagi musim bencana

    ReplyDelete

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1