Access Bars

Kejadian unik nge Bars di Acara Donor Darah Lineation



29 Maret 2019 menjadi pengalaman yang cukup bahagia, karena saya bisa berkontribusi dengan banyak orang. Saya mengucapkan terimakasih banyak untuk Lineation yang sudah mengadakan Donor Darah dan memberikan panggung untuk saya khususnya.

Tidak tau persis berapa banyak orang yang ingin merasakan manfaat Bars, yang saya inget adalah saya menangani tiga orang dengan latar belakang, umur dan pekerjaan yang berbeda.

1. Seorang laki laki muda yang bekerja di salah satu perusahaan asuransi yang cukup terkenal di indonesia. sebut saja namanya riyan. Sebelum di ambil darahnya, Riyan ingin mencoba merasakan Bars, dan Maha besar Tuhan yang mengatur apapun dengan sangat baik, begitupun mengatur pertemuan saya dengan Riyan pada saat itu.

Saya berjabat tangan dengan riyan dan mengenalkan diri satu sama lain, selanjutnya riyan saya suruh mengambil posisi tidur yang menurutnya nyaman.

Sebelum Bars dimulai saya memerintahkan riyan untuk membuka jam tangan, dan menjauhkan Handphone dari badanya. Selanjutnya Bars dimulai ! Bars kali ini tidak total dilakukan, mengingat banyak orang yang ingin mencoba, jadi bars hanya dilakukan 20 menit setiap orang.

Karena waktunya 20 menit, saya mencoba memegang titik tertentu yang memang sedang dibutuhkan oleh riyan. Sesi Bars usai, seperti biasa, berbincang dengan yang habis di bars, dan saya bertanya dengan riyan " Apa yang tadi dirasakan yan " ? (Ucap saya dengan riyan). 

Apa ya ? bingung ngejelasinnya ! (ujar riyan kepada saya). 

Saya sempat ngerasa kamu tadi sempat memutar memori kesedihan dan membuat kamu nafasnya tersendat ya ? benar gak itu ? (Ucap saya ke riyan).

Ya kang, waktu sesi bars di mulai, seolah saya memutar video dengan sangat cepat termasuk memori kesedihan tadi, ketika memori itu terputar saya terbawa haru dan nafas tersendat.

Perbincangan cukup lama, karena riyan penasaran tentang Bars dan titik titik yang tadi saya pegang, riyan selalu melontarkan pertanyaan. 

" Keren, salut lah dengan Bars, tanpa orang ngomong, terapis sudah merasakan permaslahan " begitulah kata kata riyan sebelum keluar dari ruangan Bars untuk mendonorkan darah.

2. Seorang Bapak berjenggot putih menggunakan kaos hijau dan celana hitam masuk ruangan dan mengatakan ingin mencoba di Bars. karena dari banyaknya terapis, yang kosong hanya saya. Sehingga si bapak langsung datang kesaya dan mengambil posisi tidur yang nyaman.

Setelah di Bars 20 menit, saya bertanya " Apa yang dirasakan pa " ?

Aneh loh Mas, Waktu Mas pegang pertama kali di dekat alis saya, sakit yang ada di tangan kiri saya bener bener hilang, Ini serius mas saya gak bohong, Hilang kaya gak ada apa apa. Saya pun kaget, kok bisa! Terus pas Mas pegang kaki saya, sakit tangan kiri saya muncul lagi, tapi gak sesakit sebelumnya mas. lebih baik dari sebelumnya, badan saya lebih ringan.

3. Seorang anak muda yang bekerja di PVJ, sebut saya namanya Alen. Beliau pun ingin merasakan Bars. Kasus seperti ini bisa jadi pembelajaran bagi saya khususnya dan kalian yang membaca artikel ini.

Usai di Bars, saya bertanya kepada Alen dengan pertanyaan yang sama " Apa yang dirasakan " ?

Jawabnya pun sama " Gak tau apa yang dirasakan ". Wajar baru pertama kali dan tidak mengerti tentang Bars.

Selanjutnya saya bertanya dengan Alen " Kamu Kerja dimana " ? Sudah berapa tahun kerja disana " ? dan " nyaman kerja disana " ?.

Kerja di PVJ, sudah satu tahun setengah dan ya...Nyaman ! (begitulah Jawaban Alen).

Tadi apa mas yang dirasakan (Ujar Alen kepada saya). 

Kang Alen yakin Nyaman kerja di PVJ ? (ucap saya dengan penekanan)

Ya...nyaman kok mas !!!

Ada seseorang yang sampai saat ini kamu benci gak ? tapi intensitas kebenciannya itu gak parah parah banget ? (Ujar saya kepada Alen).

Terdiam tak bersuara, sambil pegang dagu dan berpikir keras! Lalu mengatakan Gak ada deh kayaknya !!!

Yakin gak ada ? (Ujar saya kembali dengan penakanan)

Ada si kang tapi saya mah biasa aja, gak terlalu benci kok sudah biasa aja (Ucap alen)

Itu dimana orangnya? (bertanya kepada alen)

Di pekerjaan yang di PVJ kang ! (Jawaban Alen sambil tersenyum)

Yakin biasa aja len ? Coba di rasakan lagi !

Ya, memang kang saya gak nyaman dengan hadirnya beberapa orang itu, tapi saya sudah biasa aja kok !

Sambil tersenyum Ganteng saya bilang (Mulut bisa saja mengatakan Biasa saja, tapi pada kenyataannya hatimu belum berdamai)

Dia pun (Alen) langsung tersenyum lebar dan sambil mikir.

Kasus Alen ini benar benar menjadi pelajaran bagi saya khususnya. Semoga kalian yang membaca artikel ini dapat mengambil pelajaran dari ke tiga kasus yang saya temui di praktek lapangan. Tulisan ini 100% murni dari praktek lapangan bukan Hoax untuk menaiki rating, dan bukan juga untuk menyombongkan diri.






About Afrizal

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1