Motivasi

Mengenang Gadis Tangguh Itu



Gadis itu Tangguh dan Tegar ! Jika saya jadi dia, mungkin tidak akan bisa sekuat dan setegar gadis itu, bagaimana tidak, ketika teman temannya merayakan kelulusan sarjananya dari salah satu kampus negri yang berada di bandung, gadis itu hanya bisa  berbaring lemas dan selang oksigen menempel di hidungnya. Disaat teman temannya menantikan hari bahagia bisa berfoto bareng dengan keluarga dan teman temannya di acara wisuda, Gadis itu hanya bisa melihat hasil nilai kuliahnya yang selama empat tahun diperjuangkannya melalui satu lembar kertas.

Penyakit Gagal ginjal yang dideritanya menyebabkan gadis itu tidak seberuntung teman temannya. Iya...gadis itu hanya bisa menangis dan menahan sesaknya nafas jika selang oksigen yang menempel di hidungnya dilepas.

Dia gadis yang pintar dan jenius " begitulah ungkapan beberapa kawannya yang sempat saya berbincang dikediaman rumah gadis itu". Satu persatu kawan kuliahnya berdatangan hanya untuk memberikan support agar bisa kuat melewati cobaan ini dan selalu optimis untuk bisa pulih kembali.

Sang kekasih yang selalu ada didekatnya membuat saya belajar dari dirinya bahwa " Cinta itu kesetiaan, tidak perduli keadaanya seperti apapun, seseorang yang mencintai dengan tulus akan selalu ada untuk menemaninya ".

Suatu ketika, Gadis itu menelpon saya dan mengatakan " Mas Afrizal, nanti dateng ya kerumah sakit waktu saya cuci darah ", "Dengan spontan saya langsung mengatakan Iya, Insya Allah saya akan datang ".

Rumah sakit santosa menjadi saksi pertemuan saya dengan gadis itu untuk yang terakhir kalinya. Kedua matanya menatap saya dengan tatapan kosong dan penuh dengan kepasrahan pada saat dokter mencabut selang yang ditancapkannya di bagian dada sebelah kanannya. Darah yang keluar dengan deras membuat gadis itu hanya bisa terdiam, tersenyum menaham sakit dan melihat tajam kepada saya dengan tatapan yang benar benar pasran seolah itulah akhir dari menahannya rasa sakit.

Benar saja, tidak lama dari itu terdengar kabar gadis itu telah pulang kepangkuan yang kuasa untuk selama lamanya, dia meninggalkan kekasihnya yang setia menemaninya pada saat gadis itu berbaring lemah dirumah sakit.

Hey....Kamu gadis yang saya tidak tau namanya, Terimakasih banyak, dari kamu saya belajar bagaimana bersyukur dan selalu tersenyum walaupun berat dan sakit, dari kamu saya belajar bagaimana mengikhlaskan setiap kejadian yang menimpah didalam perjalanan kehidupan.

Selamat Jalan.....Artikel ini menjadi saksi jika saya rindu dengan tatapan matamu dan senyum mu. mungkin pernikahan dengan seorang laki-laki yang setia menjagamu menjadi cita-cita mu terbesar, namun sayang Tuhan sudah memiliki rencana lebih indah dari manusia.






About Afrizal

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1