Motivasi

Wisuda Yang tak diharapkan !!



Dengan bermodal nekat dan yakin akan kuasa tuhan yang selalu memberikan apa yang dipinta oleh manusia. Akhir tahun 2016 menjadi sejarah keberanian diri dalam melangkah untuk masuk sebagai mahasiswa kembali.

Tak mau berpikir terlalu kedepan, melangkah terus maju dengan harapan keberanian yang ada kelak bisa membanggakan semua keluarga khususnya kedua orang tua. 

Sempat berbohong dan menutup diri dari kedua orang tua! bukan untuk menjadi anak yang tidak berbakti ataupun anak yang pandai pembohong! kebohongan itu hanya bertujuan agar orang tua tidak khawatir dengan keadaan pada saat itu. Keadaan dimana penghasilan belum memadai namun harus wajib membayar uang kuliah yang cukup besar.

Berbohong dan terus berbohong! itulah yang dilakukan diri ini pada saat menjadi mahasiswa kembali. Sepandai pandainya seseorang menyimpan kebohongan pastilah akan tercium juga, begitu juga dengan diri ini yang selalu berbohong dengan menyembunyikan status kemahasiswaanya.

Orang rumah selalu menelpon ku setiap satu minggu sekali dipagi hari untuk menanyakan kesehatan dan bagaimana kondisi! Tuhan tidak mau melihat mahluk ciptaanya menjadi mahluk yang pembohong. Lisan pun terlontar tanpa sengaja menyebut "sedang kuliah lagi " pada saat berbincang dengan orang rumah. Benar feeling ku ketika mereka dengar kuliah lagi pastilah akan muncul kekhawatiran yang berlebih.

Kebohongan itu berakhir dan setelah tau, orang rumah menelpon ku lebih intens dari sebelumnya hanya untuk menanyakan kabar dan bagaimana uang kuliahnya?

Mencoba menenangkan mereka, " Kalau memang izal di izinkan untuk selesai kuliah, pasti selesai pa, kalaupun tidak selesai, pasti itu yang terbaik, gak usah khawatir, doakan aja supaya bisa selesai " (begitulah berbicara dengan orang rumah).

Berita ini pun langsung tersebar luas ke semua keluarga besar. Kakak kedua yang bernama (Upi) pun langsung ngontak dan menanyakan hal itu? Iya...beliau memang selalu memperhatikan saya ketika berada dibandung. Da Dialah yang berjanji ketika WISUDA akan DATANG untuk menyaksikan langsung Nama saya dipanggil sebagai " Magister Manajemen ".

Saya pun sudah membayangkan bagaimana bahagianya hari itu, ketika semua keluarga hadir dan melihat. Mapping acara dimana dan mau kemana sudah dilakukan ketika WISUDA itu dilakasanakan.

Terkadang saya kecewa dengan semua yang terjadi, Kenapa Tuhan memanggil Dia yang sempat berjanji untuk hadir dalam WISUDA terlebih dahulu? padahal perjalanan menjadi Magister sudah tinggal sedikit lagi untuk mencapai garis finish!

Kisah hidup pastinya ada Up dan Down! Tuhan menjatuhkan mental pada saat mau di garis finish. 

Seiring waktu berjalan mental itu kembali pulih, dan berjalan kembali untuk menuju garis Finish yang tinggal sedikit lagi. 2 April 2019 kado terindah dihari ulang tahun yang diberikan oleh Tuhan, ketika Seorang doktor dan profesor menyatakan aku lulus dari sidang dan berhak menggunakan gelar Magister Manajemen dibelakang nama.

12 April 2019, ketika 2 undangan dibagikan kepada ku! hanya bisa memegang undangan dan menyimpan sebagai kenangan kalau hari itu aku pernah tersenyum di Main Hall Kampus Widyatama. Ketika yang lain bertanya siapa yang akan datang? aku pu cuma hanya tersenyum sebagai isyarat  " jangan tanyakan itu ".

Imajinasi ku yang dulu menggambarkan dengan jelas yang akan datang nanti pada saat wisuda (Kedua orang tua, dan anggota keluarga yang lainnya termasuk dia yang berjanji akan datang diwisuda) dan kami berfoto, tertawa pelukan seperti layaknya seseorang yang sedang gembira baru mendapatkan hadiah.

Tapi realita tidak seindah itu. Sempat meminta kepada dua orang untuk hadir mewakili, Tapi tuhan mengatakan " TIDAK " !

Yaa...hari itu 13 Juni 2019, hari yang tak diharapkan!

Duduk sendiri menggunakan toga, hanya bisa melihat orang orang memoto anaknya yang dipanggil maju kedepan panggung, dan hanya bisa melihat bahagianya mereka yang berfoto bareng.

Iya...seperti itulah keadaan saat itu !! Saat dimana hari bahagia yang ditunggu tunggu selama dua tahun berubah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

TAPII..... 

Apapun itu yang terjadi, pastinya yang terbaik! Tak tahu apa yang akan direncanakan Tuhan untuk aku. Hanya bisa berdoa semoga paham dan mengerti dengan semua yang terjadi.

About Afrizal

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1