Travelling

Blogger Meet Up, Belajar Dari Mereka Yang Selalu Berbagi



Desa Cirangkong Kec. Cijambe Kabupaten Subang, menjadi tempat tujuan saya dalam jalan-jalan kali ini Kamis 17 Oktober 2019. Acara yang diberikan judul" Blogger Meet Up " membuat saya harus bangun lebih pagi dari hari biasanya, menembus kemacetan kota bandung ketika dipagi hari pada saat pekerja menuju tempat kerjanya, dan siswa/siswi menuju sekolahnya.

Jl. R.A.A. Marta Negara No.22a, Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung menjadi tujuan pertama saya sebelum akhirnya  dua mobil Elef akan mengangkut saya dan beserta rombongan menuju Desa Cirangkong Kec. Cijambe Kabupaten Subang.

Sesampai di Jl. R.A.A Marta Negara No 22a, Turangga lebih tepatnya kantor Dompet Dhuafa, sudah terparkir dua mini bus berwarna putih bergaris garis hitam yang siap membawa rombongan menuju kota penghasil nanas terbaik di indonesia (Kota Subang).

Parkir motor dan masuk ke gedung ternyata sudah ada 2 panitia yang menjaga dan memberikan senyumannya. " Silakan Registrasi dulu kang " Ucap salah satu panitia.

Registrasi selesai kemudia satu panitia lagi memberikan box kuning yang berisikan beberapa kue untuk sarapan sebelum berangkat.

Masuk kesalah satu ruangan ternyata sudah banyak peserta lainnya yang siap berangkat, hehe...ternyata saya terbilang orang yang telat datang.

Foto Bareng di depan Gedung Dompet Dhuafa
Foto-Foto terlebih dahulu sebelum masuk kedalam mobil ya... menjadi ritual yang bisa dibilang sudah harus. Why ? jawabanya karena tidak ingin kehilangan moment kumpul bersama..! Tapi bukan hanya itu, untuk konten dalam blog menjadi salah satu tujuannya juga hehe..

Perjalanan Bandung menuju Kota subang memakan waktu kurang lebih dua jam dalam perjalanan. satu mini bus terisi empat belas sampai dengan lima belas orang.

Selama dalam perjalanan, layaknya seperti rombongan pada umumnya, diisi dengan tertawa, bercerita dengan teman sebelahnya, tertidur dan makan.

Sesampai di Lokasi beberapa orang sudah siap menyambut kami para rombongan yang datang dari bandung. Ini kali keduanya saya pribadi mengunjungi " Kebun Indonesia Berdaya " yang di kelolah oleh Dompet Dhuafa. Seperti sebelumnya, saya pun disambut dengan ramah dari para team dompet dhuafa, alunan musik sunda dan Welcome Drink Khas orang sunda membuat suasana benar benar seperti di pedesaan.

Welcome Drink sebelum Ngobrol santai
Lantas apa yang membuat saya ketagihan dan selalu kepingin datang ketempat ini ? Jus Nanasnya...Iya...dari yang pertama datang dan yang sekarang datang, jus nanas selalu ada sebagai Welcome Drinknya.

Nanas yang mereka suguhkan sangat berbeda sekali rasanya dengan jus jus nanas yang pernah saya minum. Mungkin karena memang jus nanas yang dibuat tidak ada campuran apapun benar benar murni. Rasa manisnya pun dihasilkan dari nanasnya. ya....seperti itulah pokoknya, selalu nagih kalau minumnya, dan alhamdulillah kebagian dua gelas jus nanas.

Usai santap makanan yang ada didepan mata dan kenyang minum dua gelas jus nanas, ucapan salam dari MC pun dilontarkan kepada kami menandakan bahwa acara ngobrol santai akan dimulai.

2 orang dari team Dompet Dhuafa dan 1 orng dari masyarakat sekitar menjadi narasumber
Pada saat saya datang pertama kali ketempat ini team Dompet Dhuafa pun menceritakan tentang program kerja yang terdiri dari Aspek Ekonomi, Aspek Pendidikan, Aspek Kesehatan dan Aspek Sosial atau yang lebih dikenal dengan sebutan Empat Pilar dan membicarakan tentang Hewan Qurban.

Hari ini Team Dompet Dhuafa pun menceritakan hal yang sama kepada saya dan sekaligus memaparkan tentang Wakaf tanah.

Target kami 200 hektar lahan yang harus kami miliki, setiap 1000 Meter persegi atau 1 kavling kami membutuhkan dana Rp. 125.000.000 untuk pembebasan lahan. Kalau dulu kami memberikan edukasi ini kepada para pengusaha atau bisa dibilang para orang yang ekonominya lebih dari cukup, sekarang karena zamannya milenial, kami pun ingin memberikan edukasi kepada para masyarakat milenial kalau untuk berdonasi wakaf tanah tidak harus mahal, kami perhitungkan hanya Rp.10.000/orang saja maka Insya Allah Dana 125 juta akan terkumpul bahkan bisa melebihi itu (Ucap Bpk. Boby P. Manulang, GM dari Dompet Dhuafa).

Pak bobi pun menjelaskan kepada saya, bagi yang ingin langsung menyumbangkan uang sebesar 125 juta atau meminjamkannya kepada kami, maka kami pun akan menjelaskan cara buat apa 125 juta itu.

sebenarnya untuk membeli lahan 1 kavlingnya hanya 50 juta rupiah, sisanya untuk penggarapan, penanaman dan lain sebagainya, makannya jika ada orang yang memberikan 125 juta kepada kami, kami akan menggantinya hanya 50 juta saja (khusus untuk harga pembelian lahan), dan itupun kami ganti secara berangsur angsur, penggantian uang itu dari hasil tanaman yang kita garap (Ujar kembali Pak boby dalam diskusi santainya).

Lahan yang baru di garap akan ditanami buah naga dan pepaya
Pada saat sesi tanya jawab kepada narasumber, saya langsung mengangkat tangan untuk bertanya. Pertnyaan ini saya ajukan kepada narasumber dari petani masyarakat.

" Dari 4 pilar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonimi dan Sosial, menurut bapak mana yang kerasa dampaknya sangat besar bagi masyarakat disini ? (Pertanyaan saya kepada Petani sebagai narasumber).

Dengan mimik muka yang tanpa ada kebohongan sang bapak pun menjawab " yang kami rasakan dampaknya adalah dari pertanian dan perdagangan, dulu kami tidak tau bagaimana bertani ini dan cara berdagangnya, tapi alhamdulillah setelah di ajarkan kami para petani sudah pahan dan sedikitnya bisa membantu perekonomian".

Dari jawaban sang pak petani, sayapun malu sendiri...kenapa mereka sangat ikhlas membantu para rakyat pedesaan sedangkan saya kalau membantu orang ya kalau lagi sadarnya aja. Travelling kali ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat luar biasa, saya diingatkan kembali dengan mereka jika hidup ini harus bermanfaat dan saling membantu. 

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya"

Padahal ayat diatas sudah puluhan tahun saya melihat di al-quran, tapi kena dan merasa di singguhnya oleh acara ini..Waw....beginilah cara tuhan mengingatkan, dari arah yang tidak disangka sangka, niat kesana ingin senang senang tapi dapat bonus super keren...

Yuk, ah saya mengajak buat teman teman yang mau berwakaf bisa langsung kunjungi situsnya di https://donasi.tabungwakaf.com/ atau bagi kalian yang punya komunitas atau ingin menggalang dana Rp. 10.000/orang bisa langsung kontak nomor yang sudah tertera di websitenya.

Insya Allah saya pun akan mencoba untuk menawarkan kepada beberapa komunitas yang saya kenal untuk bisa membantu pembebasan lahan. Tawarkan saja dulu, untuk hasil serahkan saja ke allah yang penting kita sudah berusaha untuk membantu.

Travelling kali ini banyak banget manfaatnya, selain belajar ilmu berkebun, merasakan nanas yang ditanam sendiri, sharing ilmu sosial dan peringatan bagi saya yang lupa tentang penciptaan manusia untuk ibadah terhadap Tuhannya dan Manusia.

Yuk bagi kita yang masih hidup, segara untuk menjadi pribadi yang bermanfaat untuk banyak orang.


About Afrizal

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
/*### Code atau Tracking ID Google Analytic###*/ UA-78190159-1